MAKALAH KARANGAN ILMIAH

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
         1.1  latar belakang
         1.2  rumusan masalah
         1.3  tujuan penulisan
 BAB II PEMBAHASAN
         2.1  pengertian karangan ilmiah
         2.2  ciri-ciri  karangan ilmiah
         2.3  tujuan karangan ilmiah
         2.4  asas mengarang
         2.5  jenis-jenis karangan ilmiah
         2.6  langkah-langkah pokok pembuatan karangan ilmiah      
         2.7  sifat karangan  ilmiah
BAB 111 PENUTUP
         3.1  kesimpulan




BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG 
       Karangan adalah suatu karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Lima jenis karangan yang umum dijumpai dalam keseharian adalah narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi      Karangan dibedakan menjadi 3 jenis yaitu karya tulis non-ilmiah (karya non ilmiah), semi ilmiah dan ilmiah. Dalam makalah ini akan dipaparkan lebih jelas mengenai karangan ilmiah. Karangan Ilmiah adalah karangan yang dibuat berdasarkan cara yang sistematis dan memiliki ciri-ciri tertentu. Demikian juga karangan non ilmiah dan karangan popular memiliki ciri khasnya tersendiri. Lalu bagaimana membedakan satu sama lainnya, dan bagaimana proses  penulisan karangan ilmiah yang baik dan benar, di dalam makalah ini akan dijelaskan bagaimana membedakan antara semua jenis karangan, mengetahui jenis-jenis karangan ilmiah serta bagaimana menuliskan karangan ilmiah yang baik dan benar.

1.2  RUMUSAN MASALAH 
       Berdasarkan latar belakang yang disampaikan pada paparan di atas, ada beberapa permasaahan yang
       bisa diangkat. 

       1) Apa pengertian karangan ilmiah?
       2) Apakah ciri-ciri dari karangan ilmiah?
       3) Jenis-jenis karangan apa saja yang termasuk kategori karangan ilmiah?
       4) Bagaimana proses penyusunan karangan ilmiah?

1.3  TUJUAN PENULISAN
       Sesuai dengan latar belakang dan rumusan masalah yang disampaikan di atas, ada beberapa tujuan
       yang  ingin dicapai.
       1) Pengertian dari karangan ilmiah. 
       2) Mengetahui ciri-ciri karangan ilmiah. 
       3) Mengetahui jenis-jenis karangan yang termasuk kategori karangan ilmiah.
       4) Mengetahui proses penyusunan karangan ilmiah yang baik dan benar.




BAB II.
PEMBAHASAN

2.1  PENGERTIAN KARANGAN ILMIAH
            karya ilmiah adalah suatu tulisan yang didalamnya membahas suatu masalah yang dilakukan berdasarkan penyedikan, pengamatan, pengumpulan data yang dapat dari suatu penelitian,baik penelitian lapangan, tes labolatorium ataupun kajian pustaka dan dalam memaparkan dan menganalisis datanya harus berdasarkan pemikiran ilmiah,yang dikatakan dengan pemikiran ilmiah disini adalah pemikiran yang logis dan empiris.

2.2  CIRI-CIRI  KARANGAN ILMIAH 
  a) Sistematis, artinya mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi  
      kausalitas, dan sebagainya.
  b) Objektif, artinya pembahasan suatu hasil penelitian  sesuai dengan yang diteliti.
  c) Cermat, tepat, dan benar.
  d) Tidak persuasive.
  e) Tidak argumentative.
  f)  tidak emotif.

  g) Netral, artinya tidak mengejar keuntungan sendiri atau pihak lain.
  h) Tidak melebih-lebihkan sesuatu.

2.3  TUJUAN KARANGAN ILMIAH
  a)   Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan
        ilmiah yang sistematis dan metodologis.
  b)   Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumsi ilmu
        pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam
        bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
  c)   Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antar
        sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
  d)   Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan
        menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh  
        pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
  e)   Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.
  f)    Memberi penjelasan, memberi komentar atau penilaian, memberi saran, menyampaikan sanggahan, 
        serta membuktikan hipotesa

2.4   ASAS MENGARANG
Dalam menulis karangan ilmiah sebelumnya harus mengetahui sepuluh asas mengarang yang baik dan benar,berikut adalah sepuluh asas mengarang:
1.      Usahakanlah kalimat-kalimat yang pendek
         Panjang rata-rata kalimat dalam suatu karangan merupakan sebuah tolok ukur yang penting bagi    
         keterbacaan. Penulisan kalimat yang panjang harus diimbangi dengan kalimat-kalimat yang pendek
         sehingga meningkatkan kejelasan karangan.
2.      Pilihlah yang sederhana         
         kalimat yang sederhana lebih meningkatkan keterbacaan suatu karangan.
3.      Pilihlah kata yang umum dikenal
         Dalam mengarang pakailah kata-kata yang telah dikenal masyarakat umum sehingga ide yang
         diungkapkan dapat secara mudah dan jelas ditangkap pembaca.
4.      Hindari kata-kata yang tidak perlu
         Kata-kata yang tak perlu hanya melelahkan pembaca dan melenyapkan perhatiannnya.
5.      Berilah tindakan dalam kata-kata kerja anda
         Kata kerja yang aktif, yang mengandung tindakan, yang menunjukkan gerak akan membuat suatu
         karangan hidup dan bertenaga untuk menyampaikan pesan yang dimaksud.
6.      Menulislah seperti sedang bercakap-cakap
         Dengan mengungkapkan gagasan seperti halnya bercakap-cakap, karangan menjadi lebih jelas.
7.      Pakailah istilah-istilah yang pembaca dapat menggambarkannya
         Perkataan yang konkret lebih jelas bagi pembaca daripada perkataan yang abstrak. Sebagai contoh,
         “factory town”(kota dengan banyak pabrik) lebih mudah ditangkap ada istilah “industrial
         community” (masyarakat industri).
8.      Kaitkan dengan pengalaman pembaca anda
         Karangan yang jelas ialah bilamana dapat dibaca  dan dipahami pembaca sesuai dengan latar
         belakang pengalamannya.
9.      Manfaatkan sepenuhnya keanekaragaman
         Karangan tidak boleh senada, datar, sepi sehingga membosankan pembaca. Harus ada variasi dalam
         kata, frase, kalimat maupun ungkapan lainnya.
10.    Mengaranglah untuk mengungkapkan, bukan untuk mengesankan
         Maksud utama mengarang ialah mengungkapkan gagasan, dan bukannya menimbulkan kesan pada
         pihak pembaca mengenai kepandaian, kebolehan, atau kehebatan diri penulisnya.

2.5   JENIS-JENIS KARANGAN ILMIAH
1.     Makalah adalah karya tulis yang menyajikan suatu masalah yang pembahasan berdasarkan data di
    lapangan yang bersifat empiris-objektif (menurut bahasa, makalah berasal dari bahasa Arab yang
    berarti karangan).
2.     Kertas kerja  adalah makalah yang memiliki tingkat analisis lebih serius, biasanya disajikan dalam  
        loka karya.
3.     Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapt
   orang lain.
4.     Tesis adalah karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi.
5.     Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis
   berdasarkan data dan fakta yang sahih dengan analisis tang terinci.

2.6   LANGKAH-LANGKAH POKOK PEMBUATAN KARANGAN ILMIAH
Ø  Penggunaan Bahasa Tulis
I. Dalam menggunakan kata dan frase 
1. Hendaknya dihindari pemakaian kata/frase tutur dan kata/frase setempa  kecuali bila sudah 
                menjadi perkataan umum.

2. Hendaknya dihindarkan pemakaian kata/frase yang telah mati.
3. Hendaknya kata atau frase yang bernilai rasa digunakan secara cermat, sesuai dengan suasana
                dan tempatnya.

4. Hendaknya kata-kata sinonim dipakai secara cermat pula karena kata-kata sinonim tidak
                selamanya sama benar arti pemakaiannya.

5. Hendaknya istilah-istilah yang sangat asing bagi umum tidak dipakai dala karangan umum.
6. Hendaknya dihindari pemakaian kata asing atau kata daerah bila dalam baha indonesia sudah
               ada katanya, jangan menggunakan kata asing hanya karen terdorong untuk bermegah dan
               berbahasa tinggi.
II. Dalam menyusun kalimat 
1. Gunakanlah kalimat-kalimat pendek
            2. Gunakanlah bahasa biasa yang mudah dipahami orang
            3. Gunakan bahasa sederhana dan jernih pengutarannya
            4. Gunakan bahasa tanpa kalimat majemuk
            5. Gunakan bahasa dengan kalimat aktif, bukan kalimat pasif
            6. Gunakan bahasa padat dan kuat
            7. Gunakan bahasa positif, bukan bahasa negatif
Ø  Langkah-langkah pokok pembuatan karangan ilmiah adalah sebagai berikut :
a. Memilih sebuah pokok topik yang  ditulis sesuai dengan minat anda, minat pembaca arti penting
    topik, fasilitas, dan kesempatan
b. Mencari sumber yang autoratif
c. Membatasi pokok soal yang akan dibicarakan agar pengumpulan data, informasi, data fakta
    serta pengolahannya terfokus dan agar karangan dapat dikembangkan secar memadai, yaitu
    pernyataan-pernyataan pendirian didukung dengan hal-hal yang konkre dan spesifik
d. Menentukan suatu tesis percobaan/garis besar acuan sementara yang menjadi arah umum dan
    tujuan yang hendak dicapai.
e. Mencari di perpustakaan judul-judul buku dan artikel yang membicarakan topik yang telah 
    dipilih dan dibatasi
f.  Mengumpulkan/meminjam buku-buku dan bacaan yang lain yang akan dipakai sebagai sumber.
g. Mencatat tiap judul buku/bacaan pada sebuah kartu bibliography, lengkap dengan data tentang
    nama pengarang dan publikasinya. Kartu-kartu  bibliography ini diperlukan untuk menyusun
    catatan kaki, catatan akhir dan daftar pustaka.
h. Membaca buku-buku sumber dengan membuat catatan-catatan. Catatan ini dapat berupa 
    kutipan, ringkasan atau komentar pribadi
i.  Menata bahan-bahan yang terkumpul berupa catatan-catatan menjadi suatu garis besar. Dalam
    hal terakhir ini, anda harus membaca buku-buku lain lagi serta mengadakan pengamatan,
    wawancara dan sebagainya
j.  Merumuskan tensis final
k. Menyusun kerangka karangan yang final
l.  Menulis draft pertama karangan. Pengantar tidak selalu yang pertama kali disusun. Mungkin saja
    batang tubuh karangan ditulis terlebih dahulu, kemudian penutupnya berupa kesimpulan.
    Setelah itu baru disusun pengantarnya.

2.7  SIFAT KARANGAN  ILMIAH
1.      lugas dan tidak emosional
         mempunyai satu arti, sehingga tidak ada tafsiran sendiri-sendiri (interprestasi yang lain).
2.      Logis
         disusun berdasarkan urutan yang konsisten.
3.      Efektif
         satu kebulatan pikiran, ada penekanan dan pengembagan.
4.      Efisien
         hanya mempergunakan kata atau kalimat yang penting dan mudah dipahami.
5.      Ditulis dengan bahasa Indonesia yang baku.

BAB 111
PENUTUP

3.1  KESIMPULAN
1.    Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
2.    Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
3.    Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
4.    Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
5.    Memperoleh kepuasan intelektual;
6.    Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;

Comments

Popular Posts